About

Motif dan Prinsip Ekonomi



1 komentar
Prinsip Ekonomi
Harga yang terus meningkat membuat para ibu rumah tangga bingung untuk membeli berbagai kebutuhan sehari-hari seperti minyak goreng, beras, sayur mayur, lauk pauk. Dengan kebutuhan yang banyak tersebut, mereka harus pintar memilih barang-barang yang mana yang sesuai dengan keadaan keuangannya. Mereka harus bertindak rasional dalam pengertian dengan uang yang ada mereka mendapatkan barang-barang yang sesuai dengan keinginannya dan keluarganya. Prinsip yang mendasari tindakan yang dilakukan para ibu tersebut yang dinamakan prinsip ekonomi. 


---> In English

Prices continue to rise to the housewives confused to buy a variety of daily necessities such as cooking oil, rice, vegetables, side dishes. With many of these needs, they must be smart to choose which items to suit their financial circumstances. They must act rationally in the sense with the money they get the goods in accordance with her wishes and her family. The principle underlying the actions of the mothers called economic principle

Pembagian Ilmu Ekonomi dan perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro



3 komentar
Menurut Alferd W. Stoner dan Douglas C. Hague ilmu ekonomi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu sebagai berikut :
A. Descriptiv Economics (Ilmu Ekonomi Deskriptif)
Ilmu ekonomi ini mengumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topic) yang tercantum, misalnya system pertanian di bali, atau industri katun di India.

B. Economic Theory (ilmu Ekonomi Teori atau Teori Ekonomi)
Ilmu ekonomi ini memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang cara suatu system ekonomi bekerja dan cirri-ciri yang penting dari system tersebut. Ilmu ekonomi teori dibagi menjadi ilmu mikro dan ilmu ekonomi makro.

C. Applied Economics (Ilmu Ekonomi Terapan)
Ilmu ekonomi ini mencoba mempergunakan kerangka dasar umum dan analisa yang diberikan oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.

Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro

Ilmu ekonomi dibagi dalam dua subbidang yang luas, yaitu ilmu ekonomi mikro (microeconomics) dan ilmu ekonomi makro (macroeconomics). Ilmu ekonomi mikro adalah kajian tentang bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar tertentu. Ilmu ekonomi mikro membahas misalnya bagaimana suatu rumah tangga mengalokasikan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan. Pakar-pakar ilmu ekonomi mikro biasanya membahas akibat yang ditimbulkan oleh suatu kebijakan terhadap rumah tangga perusahaan atau individu. Misalnya efek yang ditimbulkan oleh kebijakan wajib belajar pada pendapatan tenaga kerja.

Ilmu ekonomi makro adalah kajian tentang gejala atau fenomena perekonomian secara luas. Ilmu ekonomi makro membahas perekonomian secara keseluruhan. Ekonomi makro membahas tentang produksi secara keseluruhan, bukan lagi per perusahaan seperti ekonomi mikro. Dalam membahas perekonomian secara keseluruhan, ekonomi makro memusatkan perhatian pada kebijakan ekonomi dan variable-variable yang mempengaruhinya. Misalnya ekonomi makro membahas tingkat pengangguran secara nasional, tingkat pendapatan nasional, dan tingkat inflasi nasional.

Perbedaan Ekonomi Mikro dengan Ekonomi Makro

Dari pengertian dan contoh yang telah diberikan diatas dapat disimpulkan perbedaan antara ekonomi mikro dengan ekonomi makro.

Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Ekonomi mikro membicarakan bagaimana rumah tangga dan perusahaan membuat keputusan, sedangkan ekonomi makro membicarakan bukan hanya rumah tangga dan perusahaan, tetapi perekonomian secara keseluruhan.
2. Ekonomi mikro merupakan bagian dari berbagai variable ekonomi makro seperti konsumsi, tabungan, dan pendapatan. Artinya jika ekonomi mikro membahas pendapatan suatu perusahaan tertentu, ekonomi makro malah membahas pendapatan perusahaan secara nasional dalam perekonomian.
3. Ekonomi Mikro berkaitan dengan aliran barang dan jasa dari perusahaan atau produsen ke rumah tangga atau konsumen, aliran factor produksi dari rumah tangga ke perusahaan serta penentuan harga barang dan jasa tersebut, baik sebagai factor produksi maupun sebagai barang konsumsi.

Bila ditinjau lebih jauh, sesungguhnya pusat perhatian dari ekonomi mikro adalah pada sector perusahaan, yaitu bagaimana cara perusahaan memperoleh laba dalam memproduksi barang dan jasa. Laba merupakan salah satu tujuan perusahaan. Dalam usaha memperoleh laba tersebut perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu barang apa yang akan dihasilkan, berapa jumlahnya dan dijual pada harga berapa.



---> In English


According Alferd W. Stoner and Douglas C. Hague economics can be divided into three sections as follows:
A. Descriptiv Economics (Descriptive Economics)
Economics is to collect all the important facts about the subject (topic) which are listed, such as agricultural system in Bali, or the cotton industry in India.
B. Economic Theory (Theory or Theory of Economic sciences Economics)
Economics provides a simplified explanation of how an economic system works and is an important characteristic of the system. Economics of science theory is divided into micro and macro economics.
C. Applied Economics (Applied Economics)
Economics is trying to use the basic framework of the general and economic analysis provided by the theory to explain the causes and significance of events reported by the economists descriptive.


 Micro and Macro Economics
 
Economics is divided into two broad subfields, namely micro-economics (microeconomics) and macroeconomics (Macroeconomics). Micro-economics is the study of how households and firms make decisions and how they interact in specific markets. Microeconomics to discuss for example how a household allocates its income to buy goods and services in order to meet the needs. Economics experts discuss the effect of micro usually caused by a policy of the company or individual households. For example, the effects of the policy of compulsory education on labor income.
Macro economics is the study of the phenomenon or the phenomenon of the economy at large. Macroeconomics to discuss the overall economy. Discusses the macroeconomic production as a whole, is no longer a company such as micro-economics. In discussing the overall economy, focusing on macroeconomics and economic policy variables that influence it. For example, discusses the macroeconomic level of national unemployment, national income levels, and the national inflation rate.


Differences in Macroeconomic Microeconomics
 
Of understanding and examples given above we can conclude the difference between micro economics macro economics.
The differences are as follows:
A. Microeconomic discuss how households and firms make decisions, while talking about not only the macro-economic households and firms, but the economy as a whole.
2. Microeconomics is a part of various macroeconomic variables like consumption, savings, and income. This means that if the microeconomic discuss a particular company earnings, macroeconomic even discuss the company's national income in the economy.
3. Microeconomics deals with the flow of goods and services from companies or manufacturers to households or consumers, the flow of factors of production from households to firms and pricing of goods and services, both as a production factor as well as consumer goods.
If further review, the real focus of microeconomics is the corporate sector, namely how the company makes a profit in producing goods and services. Profit is one of the objectives of the company. Business makes a profit in the company's need to know in advance what items will be produced, in what amounts and sold at what price.


“DEFINISI DASAR ILMU EKONOMI”



0 komentar

Ilmu ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Adam Smith diakui sebagai bapak dari ilmu ekonomi

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.

Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.

Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.

Sejarah perkembangan ilmu ekonomi

Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.

Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling "bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.

Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.

Metodologi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

In English --->
EconomicsEconomics is the science which studies human behavior in selecting and creating prosperity. The core economic problem is the imbalance between human needs are not limited to the means of satisfying the needs of a limited number. The problems were then led to scarcity (Ingg: scarcity).Adam Smith recognized as the father of economicsThe word "economy" itself comes from the Greek word οἶκος (oikos), which means "family household" and νόμος (nomos), or "rules, rules, laws," and broadly defined as "home rule" or "management household. " While the definition of an economist or an economist is a person using economic concepts and data in the work.In general, subjects in the economy can be divided in several ways, most notably the microeconomics vs macroeconomics. In addition, the economic subjects can also be divided into positive (descriptive) vs. normative, mainstream vs. heterodox, and others. Economics also functioned as the family of applied science in management, business, and government. Economic theory can also be used in areas other than monetary, such as the study of criminal behavior, scientific research, death, politics, health, education, family and others. This is possible because the economy is basically - as mentioned above - is the study of human choice. Many theories are studied in economics including the theory of free market economic theory circles, invisble hand, informatics economy, economic resilience, mercantilism, Britons woods, and so forth.In general, subjects in the economy can be divided in several ways, most notably the microeconomics vs macroeconomics. In addition, the economic subjects can also be divided into positive (descriptive) vs. normative, mainstream vs. heterodox, and others. Economics also functioned as the family of applied science in management, business, and government. Economic theory can also be used in areas other than monetary, such as the study of criminal behavior, scientific research, death, politics, health, education, family and others. This is possible because the economy is basically - as mentioned above - is the study of human choice. Many theories are studied in economics including the theory of free market economic theory circles, invisble hand, informatics economy, economic resilience, mercantilism, Britons woods, and so forth.There is an increasing trend to apply the ideas and methods of economics in a broader context. The focus of economic analysis is "making decisions" in many areas where people faced in the options. such as education, marriage, health, law, crime, war, and religion. Gary Becker of the University of Chicago is a pioneer of this trend. In his articles he explained that the economy should not be confirmed by the subject matter, but should be defined as an approach to explaining human behavior. This opinion is sometimes described as economic imperialism by some critics.Many mainstream economists feel that the combination of theory with existing data is sufficient to make us understand the phenomena that exist in the world. Economics will undergo major changes in ideas, concepts, and methods; although in the opinion of critics, sometimes even destroying the concept of change is correct so it does not correspond to reality. This raises the question "What should economists do?" The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at Explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view That a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction. 
History of development economics
Adam Smith is often referred to as the first developing economics in the 18th century as a separate branch of science. Through his great work Wealth of Nations, Smith tried to find out the history of the countries in Europe. As an economist, Smith has not forgotten the roots of morality, especially that contained in The Theory of Moral Sentiments. The development history of economic thought and then went on to produce such figures as Alfred Marshall, JM Keynes, Karl Marx, to the winner of the Nobel Prize in Economics in 2006, Edmund Phelps.Broadly speaking, developments in the economics school of thought initiated by the so-called classical flow. Flow is mainly pioneered by Adam Smith highlights the invisible hand in regulating the distribution of resources, and therefore the role of government to be very limited because it would interfere with this process. Invisble hand concept is then represented as the market through the price mechanism as the main instrument.Classical flow experienced failure after the Great Depression of the 1930s which showed that the market is not able to react to the turmoil in the stock market. As penanding classical flow, Keynes proposed the theory in his book General Theory of Employment, Interest, and Money which states that markets are not always able to create a balance, and therefore government intervention should be done so that the distribution of resources to achieve goals. Two streams are then each "fight" in the world of economics and produce many variants of them such as: new classical, neo classical, new Keynesian, monetarist, and so forth.However, developments in thinking is also developed in another direction, such as class conflict theory of Karl Marx and Friedrich Engels, as well as institutional flow of the first developed by Thorstein Veblen et al and later by the Nobel laureates Douglass C. North. 
Methodology
 Often referred to as the queen of social sciences, economics has developed a series of quantitative methods to analyze economic phenomena. January Tinbergen in the aftermath of World War II is one of the major pioneers of econometrics science, which combines mathematics, statistics and economic theory. Another stronghold of quantitative methods in economics is a model of general equilibrium (general equilibrium), which uses the concept of the flow of money in society, from one economic agent to another agent. Two quantitative methods are then developed rapidly until almost all the economic papers now use one of them in his analysis. On the other hand, qualitative methods as well as the development is mainly driven by the limitations of quantitative methods in describing the behavior of volatile agents.